Merencanakan untuk memiliki hunian atau tempat tinggal, tentu saja menjadi suatu pilihan bijak bagi mereka yang yakin bahwa mereka tidak hanya hidup hari ini saja.
Pilihan demikian kerap diidentikkan sebagai keinginan mereka yang sudah berkeluarga saja, untuk tidak perlu mengontrak berlama-lama. Atau, agar untuk terbebas dari perasaan tidak enak, bagi yang tinggal bersama orangtua/mertua.
Di sini, saya sebagai lajang pun berpandangan bahwa perencanaan untuk memiliki rumah, jauh-jauh hari sebelum menikah dipersiapkan terasa lebih ideal.
Beberapa kasus saya dapati, ada sebagian kenalan yang harus mengalami kekisruhan rumah tangga karena persoalan itu. Rumah pribadi yang tidak kunjung berhasil terbeli, di tengah kebutuhan keluarga yang kian meninggi, tak urung membuat istri mendadak ‘hipertensi’. Ya, artinya memang ketika permasalahan yang berhubungan dengan ini terkesampingkan, konflik rumah tangga pun kian rentan terjadi.
Kasus lain yang terkesan berlebihan namun masih senada dengan yang saya sebut sebelumnya adalah ketiadaan rumah membuat istri menjadi tidak memiliki kepercayaan pada suami. Tidak kurang, si lelaki yang menjadi suami pun menjadi kehilangan rasa percaya diri. Kemudian yang terjadi, pernikahan yang sudah jauh lebih dahulu dibangun, harus memilliki cerita dengan sad ending bernama perceraian.
Buruk, jelas sangat buruk. Kejadian yang tidak diharapkan tersebut terjadi karena kurangnya perhatian pada sesuatu yang sejatinya menjadi pondasi bagi sebuah keluarga. Kurang bijak jika kemudian, kejadian begini dengan entengnya diarahkan penyebabnya pada sesuatu yang non-materi saja, semisal; komitmen antar pasangan yang kurang, cinta yang keropos, dlsb yang mirip sinetron itu.
Padahal kalau menilik secara jujur, meski atribut yang bersifat materi bukan segala-galanya, tapi tanpa atribut itu juga segala-galanya berpeluang menjadi masalah. Seperti tubuh, tentu tidak adil menyebut daging lebih penting dari kulit, sedang pada kenyataannya justru kulit juga yang melindungi daging. Sebab, para riilnya, luar dan dalam itu saling melengkapi satu dengan lainnya.
Maka, mengembalikan pada rumah tangga, memikirkan rumah ideal yang layak untuk keluarga, juga tidak jauh beda. Itu pula yang saya tekankan pada diri sendiri. Tak ayal, beberapa tahun terakhir, saya mendadak rajin mencari berbagai informasi untuk bisa mewujudkan sebuah keinginan. Yap, keinginan itu adalah mendapatkan sebuah rumah pribadi.
Memang, terkadang ada saja yang membisiki, kenapa harus terlalu dini memikirkan soal rumah padahal sampai saat ini masih hidup sendiri? Ketika mendapat pertanyaan begini, saya hanya mengatakan, jangan lihat ini sebagai sesuatu yang terlalu tergesa-gesa, tapi lihat saja bahwa kaki yang lebih dulu melangkah maka yang lebih dulu itu nanti yang kemungkinan lebih cepat tiba di tujuan. Sembari, mencoba mengumpulkan recehan demi recehan untuk bisa mewujudkan mimpi tersebut.
Belakangan, saya juga menjadi rajin membuka-bukan
website yang berhubungan dengan perumahan. Tentu saja, saya tidak bisa menampik keberadaan bank, yang dalam pandangan saya cenderung berpeluang membantu untuk bisa mempermulus rencana itu.
Dari hasil
browsing pula, perhatian saya terpacu pada W
eb Bank BCA. Saat membuka web bank tersebut, saya bukan sedang membawa mimpi ingin menabung sebanyak-banyaknya seperti
Paman Gober di cerita
Donald Bebek. Melainkan, ya, apalagi kalau bukan tentang rencana yang tidak jauh-jauh dari keinginan saya untuk bisa membeli rumah. Kebetulan, kebutuhan informasi itu sedikitnya terjawab di sana karena juga ternyata menjadi bagian produk perbankan yang disediakan
Bank Central Asia tersebut.
Di sana saya membuka halaman
Hunian Ideal. Muncul kemudian, saya mendapati beberapa baris kalimat cukup mengundang:
1. Sebagai bank yang mengerti kebutuhan nasabahnya,
BCA memberi solusi pembiayaan bagi Anda yang ingin mewujudkan impian membeli rumah idaman.
2. Untuk mempermudah Anda dalam melakukan pembiayaan angsuran per bulannya, kami memberikan pilihan tipe angsuran yang disesuaikan dengan kebutuhan Anda, yaitu Angsuran Tetap atau Angsuran Fleksibel.
Makin terpacu ketertarikan saya untuk meng-klik lebih lanjut. Saya tekan Angsuran Tetap. Muncul kalimat yang cukup mengundang, seputar manfaat yang bisa diperoleh seorang nasabah yang memilih tipe pilihan tersebut.
Meluncur penjelasan awal yang memberikan saya informasi bahwa, Angsuran Tetap menguntungkan karena: Kepastian angsuran bulanan, dan lebih mudah mengatur keuangan. Yang terakhir ini, tentunya merupakan tawaran menggiurkan untuk siapa saja yang ingin leluasa menciptakan kebebasan finansial.
Berlanjut pada pilihan suku bunga. Saya dapati, terdapat tiga pilihan: fix 1 tahun pertama, fix 2 tahun pertama, dan fix n cap dengan kepastian suku bunga hingga 5 tahun. Tidak ketinggalan, setelah mencoba membuka lebih lanjut, saya peroleh penjelasan lebih terang terkait manfaat dari bunga fix 1 atau 2 tahun.
Di antaranya yang tertulis di sana: Memberikan kepastian suku bunga selama 1 atau 2 tahun pertama. Kemudian, setelah masa suku bunga fix berakhir, maka akan diberlakukan suku bunga floating yang ditinjau secara berkala sampai dengan masa kredit berakhir. Juga, bebas penalti untuk pelunasan dipercepat.
Sedangkan pilihan satu lagi dengan model Fix n Cap, dijelaskan manfaatnya: Kepastian angsuran sampai dengan 5 tahun. Aman karena memberikan bunga tetap di 3 tahun pertama, dan 2 tahun berikutnya berlaku suku bunga floating yang tidak akan melebihi maksimal yang ditetapkan. Setelah masa suku bunga Fix n Cap berakhir, maka akan diberlakukan suku bunga floating yang ditinjau secara berkala sampai dengan masa kredit berakhir.
Selain itu semua, juga terdapat beberapa tips yang diberikan di bawah penjelasan dimaksud. Tentu saja ini lumayan membantu siapa saja yang ingin mengambil pilihannya. Beberapa tips yang diberikan di sana adalah:
1. Perhatikan juga kestabilan suku bunga floating yang berkala.
2. Semakin rendah dan stabil suku bunga floating maka Anda akan semakin aman, nyaman, dan hemat.
Selebihnya, terdapat
Angsuran Fleksibel. Angsuran dengan model ini memberikan beberapa keuntungan yang dijelaskan di sana berupa: keleluasaan dalam menentukan jumlah angsuran bulanan, dan kemudahan menarik dana kembali dari jumlah angsuran pokok yang sudah dibayarkan. Di sini terdapat
KPR X-Tra yang ditawarkan.
Pilihan yang seperti ini tepat bagi yang merasa tidak puas dengan fasilitas peminjaman yang biasa saja. Disebutkan, pilihan ini berpeluang memberikan manfaat berlipat ganda. Untuk pembayaran, kredit ini memiliki dua metode pembayaran yang membantu angsuran terasa lebih ringan, dana siaga yang yang sedia setiap saat, dan keuntungan layanan
KPR lainnya.
Juga disebutkan beberapa keuntungannya di sana. Keunggulan utama untuk pilihan ini adalah: Angsuran yang Fleksibel, dana siaga yang bisa ditarik sewaktu-waktu, bunga rendah, angsuran ringan, syarat mudah, dapat men-top up jumlah pinjaman, suku bunga floating yang rendah dan stabil, bebas penalti (kecuali untuk program bunga dalam masa fixed) untuk pelunasan dipercepat baik sebagian dan seluruhnya.
Untuk orang-orang seperti saya yang memiliki keinginan untuk bisa mewujudkan mimpi mendapatkan rumah seperti yang diimpikan, info dari website
BCA tersebut sangat membantu. Iya, paling tidak apa saja yang sudah direncanakan bisa lebih mudah dimatangkan dengan ketersediaan informasi demikian. Sedang nanti pilihan mana yang akan diambil, saya kira bisa disesuaikan saat keputusan sudah dijatuhkan untuk melepaskan keinginan dari penjara mimpi, melepasnya ke taman kenyataan.
Ya, target saya pribadi sebagai bagian rencana masa depan, dalam tiga tahun ini, salah satu mimpi ini akan saya wujudkan. Insya Allah,
BCA menjadi pilihan karena mereka sudah terkenal sebagai lembaga yang memiliki solusi perbankan yang mampu menjawab kebutuhan kekinian. Selain, kemudahan transaksi yang saya dapati dari kabar beberapa rekan yang sudah mewujudkan mimpinya lewat bank itu.
Pun, harus saya akui terpicu juga dari petunjuk yang saya dapat di sana membuat peta saya menuju titik keinginan mendapatkan sebuah rumah pribadi terasa lebih terang! (FOLLOW:
@zoelfick | Sumber Gambar:
RumahIdaman.Blogspot.com)